ManusiaSenayan.id – Hutan Maluku Utara lagi “bad hair day” parah. Deforestasi gara-gara tambang bikin banyak lahan jadi botak. Anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mus (yup, namanya emang Alien tapi asli Malut), langsung ngegas minta pemerintah pusat bertindak tegas.
Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV di Ternate (23/9/2025), bareng Menteri Kehutanan, pemda, dan perusahaan tambang, Alien bilang data kerusakan hutan harus jelas dan transparan. “Kami perlu angka yang pasti. Data ini menjadi dasar kebijakan pemulihan hutan dan sanksi bagi pelanggar,” tegasnya.
Biar makin dramatis, ia kasih contoh kasus nyata: ada perusahaan yang dikasih izin buka 148 hektare, eh malah ngerambah 38 hektare di luar izin. “Kalau perusahaan bisa membuka lahan melebihi izin, berarti ada celah pengendalian pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya. Lah, kalau begini mah siapa yang ngawasin?
Alien juga wanti-wanti, masalah ini bukan cuma di Malut. “Deforestasi ancaman nasional yang harus ditangani serius,” katanya, sambil nyebut provinsi lain kayak Sultra, Sulteng, dan Sulsel juga kena imbas.
Solusi: percepatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) biar aturan jelas, nggak ada lagi drama izin tambang. Plus, reboisasi alias tanam ulang harus jalan beneran, jangan cuma jadi jargon medsos.
Terakhir, Alien lempar bola ke Presiden Prabowo: “Jika pelanggaran dibiarkan, kerusakan makin meluas dan masyarakat yang menanggung akibatnya. Pemerintah pusat harus menunjukkan komitmen nyata menjaga hutan,” pungkasnya.
Hutan bukan sekadar pohon buat pemandangan, bro-sis. Kalau rusak, yang kena sial bukan cuma satwa liar, tapi juga kita semua.
