ManusiaSenayan.id Bencana alam di beberapa wilayah Sumatra dampaknya bukan hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam masa depan pendidikan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mengingatkan negara untuk hadir memastikan anak sekolah dan mahasiswa terdampak bencana tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Kurniasih menjelaskan bahwa pascabencana banyak keluarga kehilangan mata pencaharian, sehingga tekanan ekonomi meningkat dan berpotensi membuat anak putus sekolah serta mahasiswa terpaksa menghentikan kuliah akibat beban UKT dan biaya hidup. Padahal, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh terhenti.

Karena itu, ia mendorong optimalisasi bantuan pendidikan seperti PIP, KIP Kuliah, bantuan UKT, dan beasiswa lainnya selama masa pemulihan agar keberlangsungan pendidikan tetap terjaga.

“Dalam kondisi pascabencana, keluarga sering kali kehilangan mata pencaharian dan mengalami tekanan ekonomi yang berat. Negara harus memastikan anak-anak tetap bersekolah dan mahasiswa dapat melanjutkan studinya melalui optimalisasi bantuan pendidikan,” ujar Kurniasih.

Komisi X DPR RI juga meminta kementerian terkait melakukan pendataan yang akurat dan responsif, serta menghindari prosedur administratif yang berbelit dalam situasi darurat.

“Kebijakan bantuan pendidikan tidak boleh kaku secara administratif. Pendekatannya harus adaptif, cepat, dan berpihak pada pendidikan,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.

Selain itu, Kurniasih mendorong kolaborasi pemda, dunia usaha, dan lembaga filantropi agar beasiswa berkelanjutan dan tidak bersifat sementara. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya soal fisik, tetapi juga menjaga kualitas sumber daya manusia.

Pendidikan adalah kunci agar anak-anak dan mahasiswa di Sumatra tetap memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.