ManusiaSenayan.id – Kalau ngomongin potensi daerah, Indonesia tuh kaya banget. Dari ujung timur sampai barat, tiap daerah punya ciri khas. Sayangnya, banyak yang masih berhenti di level tradisi, belum naik kelas jadi sumber ekonomi.

Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga, punya resepnya: Pemda jangan jalan sendiri, tapi gandengan tangan sama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). “BRIN itu menjadi pusat inovasi dan riset secara nasional. Saya memiliki keyakinan setiap daerah punya potensi. Karena itu pemerintah daerah dengan BRIN harus melakukan sinergi. Harus ada komunikasi interaktif untuk bisa menggali hal-hal yang bisa dikembangkan,” kata Sabam.

Gunungkidul sendiri punya contoh menarik. Ada gaplek sampai belalang goreng yang selalu jadi cerita tiap wisatawan mampir. Kata Sabam, produk lokal kayak gini bisa makin punya nilai tambah kalau disentuh riset dan inovasi. “Ini kan sesuatu yang menarik untuk bisa kita kembangkan, bukan hanya dikenal lokal, tapi juga punya daya saing lebih luas,” tambahnya.

Masalah klasiknya, banyak potensi daerah yang stuck karena minim riset. Padahal, menurut Sabam, “Indonesia ini cukup luas, daerahnya banyak, dan masing-masing punya potensi komoditas yang bisa dikembangkan. BRIN saya yakin punya kapasitas untuk itu.”

Makanya, ia mendorong Pemda lebih proaktif. Jangan tunggu dijemput, tapi jemput bola. “Pemerintah daerah harus lakukan koordinasi dan komunikasi dengan BRIN. Pasti BRIN akan memberikan bantuan, atensi, maupun pendampingan agar produk-produk ataupun komoditas yang ada bisa kita kembangkan bersama,” tegas politisi Demokrat itu.

Sabam percaya, riset itu bukan cuma urusan akademik, tapi juga kunci buat bikin ekonomi lokal lebih mandiri. Kalau Pemda dan BRIN kompak, produk khas daerah bisa bersaing global sambil tetap membanggakan akar budaya lokal.