ManusiaSenayan.id — Program “3 Juta Rumah” dari pemerintah ternyata bukan cuma angka di spanduk, tapi lagi benar-benar digencarkan. Salah satu yang didorong buat ikut turun tangan adalah BUMN, khususnya PT Semen Indonesia (Persero).
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto, bilang BUMN jangan cuma jadi “supporter” di pinggir lapangan. Ia menegaskan, peran BUMN harus lebih terlihat, apalagi dalam proyek Koperasi Merah Putih yang menargetkan pembangunan 80 ribu unit rumah bareng Kementerian Koperasi.
“Saya minta untuk berperan khusus membangun dan berkontribusi kepada program pemerintah ini,” ujarnya saat ditemui di Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, industri semen sekarang makin ramai pemain baru. Persaingan makin pedas, tapi justru di situ BUMN sektor semen masih punya banyak ruang buat upgrade kapasitas. Saat ini, kapasitas produksi baru sekitar 60 persen.
“Kapasitas produksi baru 60 persen. Artinya masih ada 40 persen yang harus ditingkatkan. Dengan peningkatan kapasitas ini otomatis bisa menekan harga,” jelasnya. Jadi bukan cuma kuat di nama, tapi juga kuat di harga.
Firnando menambahkan, kalau proyek-proyek pemerintah jalan terus, permintaan semen bakal naik. Dari situ, kapasitas produksi ikut naik dan harga jadi makin kompetitif.
“Dengan banyaknya order dari pemerintah, kapasitas akan naik. Otomatis mereka bisa menekan harga dan berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan semen lainnya,” tambahnya.
Komisi VI sendiri berharap BUMN nggak puas cuma karena sudah untung. Targetnya jelas: kapasitas produksi bisa penuh dan kontribusi ke pembangunan nasional makin nyata, bukan sekadar wacana.
“Walaupun perusahaan ini sudah untung, kapasitasnya masih 60 persen. Harapan kami mereka bisa berkapasitas penuh dan berkontribusi membangun negara melalui program-program pemerintah,” tutup Firnando.
