ManusiaSenayan.id Siapa bilang yang sukses di Papua cuma wisata baharinya? Nih, ada cerita keren dari Pulau Salawati, Raja Ampat, tempat para transmigran zaman Pak Harto yang masih solid banget sampai sekarang. Udah kayak keluarga besar: orang Jawa dan masyarakat asli Papua hidup rukun, saling bantu, dan kerja bareng buat maju bareng. Vibenya damai banget, no drama, no gosip, cuma kerja nyata.

Pas kunjungan Komisi IV DPR RI ke sana (31/10/2025), Robert Joppy Kardinal (Partai Golkar) ngomong jujur, “Pulau Salawati ini contoh nyata keberhasilan program transmigrasi sejak era Presiden Soeharto.”

Katanya, dua dari tujuh kampung di sana udah jadi pemukiman transmigrasi sejak awal 1980-an. “Mereka hidup rukun bersama masyarakat asli Papua, membangun bersama, dan menunjukkan betapa aman tanah Papua ini,” lanjutnya.

Yang menarik, banyak warga malah berharap Pak Harto dikasih gelar Pahlawan Nasional. Katanya, “Tanpa program transmigrasi, mungkin Papua nggak berkembang kayak sekarang.” Hmm… nostalgia zaman Orba tapi versi adem, bukan debat Twitter.

Tapi Robert nggak cuma throwback doang. Ia bilang, sekarang waktunya bantu warga lewat pertanian dan peternakan. “Mereka butuh benih, pupuk, alat pertanian, alat perikanan, bahkan ternak seperti sapi. Semangat mereka luar biasa,” ujarnya.

Masalahnya, katanya lagi, masih kurang penyuluh pertanian dan dokter hewan. Jadi banyak sapi tumbuhnya slow-mo karena belum ada pendampingan teknis. “Perlu penyuluh yang aktif di lapangan biar hasilnya lebih baik,” tegasnya.

Walau belum bisa 100 persen, Robert yakin sebagian besar aspirasi bisa direalisasikan. “Lebih dari separuh permintaan masyarakat bisa kita wujudkan,” katanya optimis.