ManusiaSenayan.id – Kalau denger kata “dokter”, kebanyakan orang langsung kebayang ruangan putih steril, stetoskop, atau suara lembut ala “coba tarik napas ya, Bu”. Tapi buat dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed, dunia medis ternyata cuma jadi episode satu. Plot twist hidupnya justru ngelempar dia ke Senayan—tempat keputusan negara diracik, dan tempat ia sekarang ngejalanin peran baru sebagai Anggota DPD RI dari Kalimantan Tengah.
Dari Klinik ke Kursi Senayan
Erni bukan tipe “dokter tiba-tiba jadi politisi”. Latar pendidikannya solid banget: lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang, lanjut Magister Biomedis, dan aktif berkecimpung di dunia kesehatan sebelum masuk ke politik.
Sebelum ramai urusan Senayan, Erni udah lebih dulu kerja bareng masyarakat lewat praktik medis dan klinik kecantikan yang ia kelola di Kalteng. Dari situlah ia ketemu langsung masalah kesehatan yang sehari-hari dirasain masyarakat—bukan cuma angka di laporan.
Mindset Erni simpel tapi ngena:
“Data itu penting, tapi ketemu masyarakat langsung itu beda level. Di situ kita benar-benar paham apa yang harus diperjuangkan.”
Representasi Perempuan Kalteng di Tingkat Nasional
Tahun 2024 jadi turning point. Erni maju sebagai calon DPD RI untuk Dapil Kalteng, dan berhasil ngantongin 168.413 suara—ini bukan angka kecil. Kepercayaan itu nganterin dia buat duduk sebagai senator periode 2024–2029.
Nggak cuma itu, Erni juga dapet posisi strategis sebagai Wakil Ketua Komite III DPD RI—komite yang ngurus hal-hal penting seperti kesehatan, pendidikan, agama, sampai isu sosial. Dengan background medis, Erni jadi punya advantage buat ngeliat aturan dan kebijakan dari kacamata ilmiah, bukan cuma politis.
Fokus Utama: Ibu, Anak, dan Masa Depan Kalteng
Baru dilantik, Erni langsung show her work. Fokus utamanya? Stunting, kesehatan ibu hamil, dan tumbuh kembang anak-anak di Kalteng. Ia memperkenalkan pendekatan kerja yang ia sebut sebagai peran “Bunda Stunting”—yang artinya dia bakal turun langsung ke lapangan, bukan cuma rapat di Senayan.
Goal yang mau ia capai:
- ngejagain kesehatan ibu hamil,
- memastikan anak kecil punya akses gizi dan layanan kesehatan,
- ngedorong edukasi kesehatan di daerah-daerah pelosok.
Buat Erni, ini bukan proyek. Ini investasi sumber daya manusia.
Advokasi Pelayanan Publik: Dari Haji sampai Pendidikan
Selain kesehatan, Erni juga vokal soal pelayanan publik—termasuk urusan haji. Ia jadi salah satu yang mendorong pengesahan Badan Penyelenggara Haji jadi Kementerian Haji. Menurutnya, langkah ini penting banget buat meningkatkan transparansi dan kualitas layanan buat jamaah.
Di Komite III, ia juga ikut ngebahas isu pendidikan dan sosial yang dampaknya kerasa banget buat masyarakat daerah. Erni pengin memastikan suara Kalteng nggak kalah volume di tengah ramainya isu nasional.
Jejak Perjuangan yang Baru Dimulai
Walaupun baru periode pertama, jejak langkah Erni udah kelihatan jelas: dia bawa cara pandang profesional ke ruang politik. Tiga fokus utamanya—kesehatan, pelayanan publik, dan masa depan generasi—jadi benang merah dari setiap langkahnya.
Buat anak muda Kalteng, perjalanan Erni bukti bahwa karier itu nggak harus lurus-lurus aja. Dari dokter, pemilik klinik, akademisi, sampai akhirnya duduk di Senayan—semua itu valid.
Dan buat perempuan muda di mana pun, Erni nunjukkin bahwa representasi itu bukan cuma soal “ada fotonya”. Tapi tentang keberanian buat ngomong, turun ke masyarakat, dan ngejalanin peran yang dampaknya kerasa.
