Manusiasenayan.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, lagi-lagi ngasih rem politik yang tegas. Kali ini soal wacana pembentukan satgas penanganan bencana yang berorientasi Pulau Jawa. Menurut Selly, pendekatan Jawa-sentris itu nggak adil dan berpotensi bikin penanganan bencana timpang antarwilayah.

Buat Selly, bencana alam itu urusan nasional, bukan masalah satu pulau doang. Indonesia itu negara kepulauan, rawan bencana dari Sabang sampai Merauke, bukan cuma Jakarta, Banten, atau Jawa Tengah. Jadi kalau kebijakannya fokus ke Jawa, daerah lain bisa berasa anak tiri.

Bencana itu tidak hanya terjadi di Jawa. Kalau pendekatannya Jawa-sentris, daerah lain seolah berada di urutan kedua. Padahal masyarakat di luar Jawa punya hak yang sama atas perlindungan negara,” tegas Selly di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (27/1/2026).

Politisi PDI Perjuangan ini ngingetin, wilayah kayak Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, sampai Indonesia Timur juga punya tingkat kerawanan bencana tinggi. Bahkan, beberapa daerah di luar Jawa justru punya peran strategis ekologis, kayak hutan penyangga lingkungan yang dampaknya nasional.

Menurut Selly, kalau mau bikin satgas kebencanaan, arahnya harus ke penguatan koordinasi nasional lintas kementerian dan lembaga, bukan malah dikunci di satu wilayah. Ia khawatir, kalau pola Jawa-sentris dipaksakan, maka mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di daerah lain bakal keteteran.

Penanganan bencana harus menyeluruh dan jangka panjang. Jangan sampai kebijakan ini malah memperlebar kesenjangan antarwilayah,” ujar legislator dari Dapil Jawa Barat VIII itu.

Selly juga memastikan Komisi VIII DPR RI bakal terus mengawasi kebijakan kebencanaan pemerintah. DPR, kata dia, mendorong setiap keputusan tetap berlandaskan keadilan sosial, kesetaraan wilayah, dan perlindungan seluruh rakyat Indonesia.

Intinya, DPR bukan anti penguatan sistem bencana. Tapi Selly wanti-wanti: jangan sampai niat baik malah jadi kebijakan eksklusif.

Negara harus hadir untuk semua daerah, bukan hanya wilayah tertentu,” tutup Selly.