ManusiaSenayan.id — Kalau biasanya sekolah itu identik sama PR numpuk, ulangan dadakan, dan guru killer, Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan datang dengan konsep yang lebih ngertiin perasaan.

Waktu Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, datang ke sana, beliau langsung kasih thumbs up buat gaya ngajarnya yang super humanis.
Saya sangat mengapresiasi pendekatan yang dilakukan para pendidik di sini. Mereka tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memperhatikan sisi psikologis anak,” kata Selly.

Salah satu hal yang bikin Selly kagum adalah orang tua boleh berkunjung setiap hari selama masa pengenalan sekolah. Jadi, anak-anak nggak langsung kaget pas mulai tinggal di asrama.
Ini cara yang bijak agar anak tidak merasa terasing dan lebih mudah beradaptasi,” tambahnya.

Intinya, biar nggak ada drama “homesick akut” kayak sinetron jam tujuh malam. Lama-lama anaknya makin mandiri, orang tuanya juga belajar ikhlas melepas — healing bareng tapi beda tempat.
Program kunjungan harian ini membantu anak melewati fase homesick secara alami. Lama-kelamaan, anak akan terbiasa mandiri, dan orang tua pun belajar untuk melepas dengan tenang. Ini bentuk pendidikan karakter yang sangat berharga,” jelasnya.

Selain itu, Selly juga puji fasilitas sekolah yang memanfaatkan gedung eks Badan Diklat Pemprov Kalimantan Selatan. Tempatnya nyaman, vibes-nya adem, cocok buat belajar sambil tumbuh jadi manusia seutuhnya.

Sekolah Rakyat ini punya jenjang SMP dan SMA, lengkap sama kegiatan ekstrakurikuler yang bikin anak-anak aktif dan tangguh, bukan cuma jago rebahan.
Kegiatan ekstrakurikuler di sini menjadi wadah anak-anak menyalurkan energi positif di waktu luang. Mereka dilatih untuk mandiri dan bertanggung jawab,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Selly nutup dengan pesan keren:
Pendidikan yang memanusiakan anak adalah fondasi bangsa yang kuat.

Jadi, Sekolah Rakyat Banjarbaru ini bukti kalau belajar nggak harus tegang — asal ada cinta, empati, dan semangat mandiri, masa depan pasti auto kinclong!